Penggunaan Roti Buaya Untuk Acara Pernikahan

Tentunya banyak orang yang sudah tahu dengan kuliner Roti Buaya Bekasi yang memang sering kita lihat pada acara pernikahan khas adat Betawi atau acara lainnya. Ketika acara pernikahan tersebut berlangsung, maka roti Buaya yang besar akan dipampangkan. Pada acara pernikahan betawi, roti buaya yang berukuran panjang atau dengan panjang sekitar selengan orang dewasa akan disandingkan roti buaya satu lagi yang lebih kecil. Lalu roti buaya khas betawi ini akan dibagi ke tamu undangan ataupun kerabat sehabis acara. Dengan menyajikan roti buaya khas betawi tersebut, maka dianggap bisa melambangkan kesetiaan rumah tangga.

Perbedaan Roti Buaya Dulu Dan Sekarang

Beda dengan pada saat dulu dimana roti buaya khas betawi ini tak mempunyai rasa, sekarang ini roti buaya khas betawi tersebut dibuat dengan lebih nikmat karena memiliki beragam rasa. Jadi pada saat ini, kita bisa menemukan berbagai rasa pada roti buaya khas betawi seperti rasa keju, rasa coklat, beragam rasa selai dan sebagainya. Bukan hanya itu saja, perbedaan kuliner roti buaya khas betawi yang dulu dengan yang sekarang yaitu teksturnya lebih lembut jika dibandingkan dengan sajian roti buaya khas betawi yang zaman dahulu.

Memang roti buaya khas betawi zaman dulu sengaja dibuat bertekstur keras, karena memang konon katanya, kalau makin keras tekstur dari Roti Buaya tersebut, maka akan lebih bagus kualitas roti buayanya. Dari seiring waktu berjalan, kini Roti Buaya Bekasi tak hanya dijadikan untuk sebagai simbolis pada upacara pernikahan khas adat Betawi saja. Tetapi roti buaya dibuat dalam berbagai macam ukuran dan tersedia roti buaya khas betawi yang memiliki ukuran kecil seperti roti biasa untuk kudapan.

Roti Buaya Sebagai Kudapan Favorit

Dari rasa nikmatnya roti buaya khas betawi ini yang lembut dan berisi beraneka rasa manis, maka membuat kuliner Roti Buaya yang berukuran mungil menjadi salah satu kudapan populer yang tak hanya dinikmati saat cara resepsi pernikahan. Saat ini, Anda bisa dengan mudah mencari dan menikmati roti buaya khas betawi tersebut di banyak tempat. Pada umumnya untuk roti buaya khas betawi yang diperlukan untuk acara pernikahan biasanya tak bisa dibeli secara langsung tetapi harus Anda pesan terlebih dahulu.

Mengapa Buaya?

Mungkin banyak orang yang bertanya mengapa harus hewan buaya. Buaya ini sendiri sudah dianggap hewan yang suci oleh para warga Betawi. Buaya hanya mempunyai satu pasangan saja selama hidupnya, oleh karena itu maka tak heran kalau buaya dari sejak dulu selalu dijadikan simbol setia oleh warga Betawi.

Dari kebiasaan pernikahan Betawi yang memberikan roti buaya ini sebagai simbolis juga tak hanya sebatas memberikan roti buaya khas betawi tersebut dari mempelai pria ke perempuan saja. Roti Buaya ini juga dibawa pengantin dan lalu ditaruh di dalam kamar pengantin serta dibiarkan membusuk hingga dimakan belatung. Tentunya hal tersebut memiliki filosofi tersendiri yaitu pernikahan yang benar-benar suci, maka akan erat hingga maut yang memisahkan. Maut diibaratkan sebagai belatung yang akan menghabiskan raga.

Walau begitu, seiring pergeseran zaman, maka kebiasaan pernikahan berubah, sama halnya dengan penggunaan roti buaya khas betawi tersebut. Kalau dahulu roti buaya hanya dibiarkan membusuk saja di dalam kamar pengantin, maka kini Roti Buaya Bekasi pada acara pernikahan tersebut dibagi kepada masyarakat yang lajang setelah acara pesta pernikahan telah usai.

Share

You may also like